Home / Kultum / Dua Hubungan Manusia

Dua Hubungan Manusia

Salah satu keharusan muslim adalah menjalin dua hubungan, yaitu hablum minallah (hubungan yang baik kepada Allah) dan hablum minannas (hubungan yang baik dengan manusia).

Allah SWT. Berfirman,

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki, sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (An-Nisaa’:36)

HUBUNGAN KEPADA ALLAH SWT.

Di dalam ayat di atas, manusia harus menjalin hubungan yang baik kepada Allah SWT. Dengan menyembah dan menunjukkan pengabdian kepada-Nya tanpa syirik, baik yang besar maupun yang kecil. Dalam satu haditt, Rasulullah saw. Bersabda,

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik yang kecil.” Sahabat bertanya, “Apakah syirik yang kecil itu ya Rasullullah?” Rasulullah menjawab,”Riya” (HR Ahmad)

HUBUNGAN DENGAN SESAMA MANUSIA

Manusia antara yang satu dengan lainnya saling membutuhkan, sudah seharusnya manusia bisa menjalin hubungan yang sebaik-baiknya, contoh-contoh kepada siapa saja harus menjalin hubungan yang sebaik-baiknya disebukan dalam ayat diatas.

  1. Berlaku baik kepada kedua orang tua, hal ini karena orang tua telah melahirkan, membesarkan dan mendidik dengan pengorbanan harta dan jiwa sehingga seorang anak tumbuh dan besar dengan baik. Oleh karena itu, setiap anak harus mampu menunjukkan kebaikan dengan sebaik-baiknya kepada orang tuanya, ini karena sebaik apa pun perbuatannya kepada orang tua, tetap saja hal itu tidak akan mampu membalas jasa dan kebaikan orang tua.
  2. Berlaku baik kepada kerabat, karena itu silaturrahmi harus disambung dan dikuatkan. Bila seorang muslim memutuskan hubungan silaturrahim, bisa menyebabkan dia terhalang masuk ke dalam surga.
  3. Berlaku baik kepada anak yatim. Setiap anak pasti membutuhkan perhatian, pendidikan dan nafkah dari orang tuanya. Namun, bila orang tuanya telah wafat yang menyebabkan si anak menjadi yatim, maka kaum muslimin dituntut menggantikan apa yang harus dilakukan orang tua terhadap anaknya.
  4. Berlaku baik kepada orang miskin. Menjadi miskin merupakan keadaan yang tidak disukai oleh manusia. Oleh karena itu, kemiskinan harus diatasi meskipun pada masyarakat kita semakin banyak orang yang menjadi miskin.
  5. Berlaku baik kepada tetangga, karena dia sangat kita butuhkan.
  6. Berlaku baik kepada teman sejawat. Seorang muslin harus bersahabat dengan persahabatan yang sebaik-bainya, persahabatan yang bias berbagi dan merasakan penderitaan maupun kebahagiaan.
  7. Berlaku baik kepada Musafir. Ketika melakukan safar (perjalanan) bias jadi seseorang merasakan kesulitan meskipun tidak selalu berupa kesulitan ekonomi, misalnya tersesat jalan yang perlu kita membantu menjelaskan rute perjalan yang harus ditempuhnya, bukan malah sengaja menyesatkannya.
  8. Belaku baik kepada Hamba sahaya. Hamba sahaya atau budak seharusnya diperlakukan dengan baik, karena dia banyak membantu majikannya. Dalam kehidupan sekarang , menyebutnya dengan pembantu rumah tangga meskipun ia berbeda kedudukannya dengan hamba sahaya.

JANGAN SOMBONG

Dalam rangkaian penyebutan kepada siapa saja manusia harus berbuat baik, Allah SWT. Menutup ayat di atas dengan kalimat,

“Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Kesan yang bisa kita tangkap dari kalimat ini adalah manusia jangan sombong kepada orang tuanya, meskipun dia lebih pintar dan kaya. Dia juga tidak boleh sombong dengan keraatnya, meskipun mereka orang yang lemah, miskin, dan bodoh. Jangan sombong kepada anak yatim karena ada saat di mana anak kita juga menjadi yatim. Jangan sombong kepada orang miskin karena ada saat di mana kita pun bisa menjadi miskin secara tiba-tiba. Jangan sombong kepda tetangga karena merekalah orang yang pertama memberikan pertolongan atay kita minta pertolongan saat kita kesulitan. Jangan sombong kepada teman karena kita sangat membutuh-kannya. Jangan sombong kepada musafir karena ada asaat di mana kita pun menjadi musafir dan jangan sombong kepada pembantu rumah tangga karena mereka besar bantuannya kepada kita meskipun tidak besar upah yang kita berikan.

Check Also

Ciri-ciri ‘Ibaadur Rahmaan

Melalui mimbar yang mulia ini, kita sbaiknya bersyukur kepada Allah Swt yang telah menciptakan kita …